Tampilkan postingan dengan label eRy's pOeiSi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eRy's pOeiSi. Tampilkan semua postingan

Senja menipis hingga kabut menyambut

Mata hilang tak tertuju entah kemana

Tangis canda terguling udara dan pupus

Laksana emas yang tiada guna dipakai

Kini sudah di rasa satu tahun lamanya

Aku datang dengan senyuman halus

Tipis tapi terkenang di hari esok

Mencabik rasa ulang di tahun lalu

Lihatlah anakmu ini Pak

Lihatlah anakmu ini Bu

Kini segar dengan wajah yang tegar

Siap menantang hari depan dengan keikhlasan

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 19 APRIL 2009

Harum indah bersemayam

Tak terasa habis di makan waktu

Terikat penuh kasih tanpa luka

Diam hampa menyentuh rasa

Remuk, hancur, patah

Serpihan hatiku yang indah

Kau pergi dengan yang lain

Tanpa rasa benci hilang terbang

Menangis indah dalam hiasan palsu

Terjatuh tapi tak kembali

Gugur dan hancur marasa perih

Hilang sudah kenangan cinta itu

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 19 APRIL 2009

Wahai teman...

Aku salah tak menjemputmu

Hari itu aku hilang entah kemana

Terpaku aku berdiri disini

Melihatmu kini aku tak berdaya

Duhai teman...

Janjiku tak ku tepati

Balas lah aku kelak disana

Karena aku kau tak dapat melihatku

Tapi sudahlah tak kan kusesali

Ampuni kesalahanku selama ini

Yang dulu biarlah berlalu

Semoga kau indah di sisi-Nya

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 19 APRIL 2009

Ya ukhty…

Kau seumpama bidadari yang turun dari surga

Wajahmu putih berseri

Keningmu berbekas sujud indah kepada-Nya

Senyum mu yang dingin bagaikan keelokan air yang mengalir di Telaga Kautsar

Siapakah yang akan mendapatkan kesucian hatimu

Siapakah yang akan mendapatkan kemuliaan qolbumu yang putih bersih itu

Siapakah yang dapat menjaga dirimu disetiap langkah yang mengajak kepada ridhoNya

Patutlah ia bersyukur

Syukur tiada henti tanpa rasa benci

Syukur yang berasaskan pada kebahagiaan hakiki

Pada sang pencipta ya Ilahi

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 19 APRIL 2009

Waktu berjalan cepat menuai aliran darah yang romantis

Mengguncang rahasia qolbu indah harum bersemi

Ingin ku katakan sebuah kalimat suci untukmu

Tapi lidah yang kelu tak dapat memanggil otak warasku

Bagiku sulit untuk mencuri sebuah waktu yang telah berlalu

Waktu yang tepat untuk menyemaikan perasaan hatimu

Hanyalah setitik senyum yang dapat ku berikan dengan indah

Itu pun tak cukup bagimu untuk menyalahkan hatiku yang ragu

Apa waktu ini berjalan sia-sia dengan semestinya

Atau apakah hanya hiasan palsu bertopengkan mutiara

Sesungguhnya waktu juga yang nantinya akan berkata mesra

Setelah kita bertemu di suatu rangkaian suci penuh madu cinta

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 19 APRIL 2009

Suasana hati bercampur aduk

Raga tak menyegerakkan ku tuk bertindak

Rintihan tangis terlalu mengikat

Bathin terasa lekat tuk selalu berbuat

Hanya pasrah dan berharap

Untuk mengarungi hidayah Mu

Maafkan aku Ya Ilahi

Kedhoifanku masih terbayang

Walau waktu berjalan kempis

Ku tetap bertahan dengan jejak keikhlasan

Tanpa Mu aku akan hilang

Hilang entah kemana aku pergi

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 15 FEBRUARI 2009

Secuil asa ku petik dari senyumnya

Lembut takkan pernah pudar dalam kasih

Membatin dalam hidup tak terucap dengan kata

Ku sambut dia dengan ikhlas

Masuklah kau dan jangan keluar lagi

Rumahku cukup untuk menaungimu

Sungguh malang nasibmu

Makan dan minumlah seadanya

Ikhlas tapi berbuah surga

Kau sudah yatim piatu

Maaf aku tak menjaga orang tuamu

Sedih aku mengingat kenangan itu

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 15 FEBRUARI 2009

Senyum itu masih berbekas

Wajahnya penuh kelembutan

Tak mampu aku menyentuhnya

Waktu terus berlari

Kau berjuang dengan segala kemampuan

Siang berganti malam

Rindu pun tak dapat tergantikan

Oh ibu aku ingin memelukmu

Walau sedetik saja

Aku ingin mempersembahkan yang terbaik

Tapi entah kenapa

Aku tak dapat melihat mutiara itu lagi

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 15 FEBRUARI 2009

Sahabat...

Kau pergi kemana

Aku menginginkan adanya dikau

Senja ku selalu menunggu

Di rel itu aku bersabar

Kau tak mendengar derai air mataku

Memanggil hati tanpa henti

Walau bergelut jantung ini

Kau takkan pernah merasa

Sahabat...

Kau datang setelah ku pergi

Pergi dan takkan kembali untuk selamanya

Tapi tulisan ini cukup untuk mewakili

Perasaanku yang selalu menanti

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 15 FEBRUARI 2009

Biru memandang senja

Senja dipandang kebiruan

Berpandang senja yang dibirukan

Aku hilang tanpa arah

Yang dulu terang jadi gelap

Aku menyerah tapi terserah

Apa pun semuanya berwarna merah

Dan tak akan merekah

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, MINGGU 15 FEBRUARI 2009

Terkekang ku sendiri

Di dalam bui, hati ini perih

menyerah tanpa arah

Tak terasa patah

Terguling karena dosa hampa terasa

Itulah takdir yang ku terima

Tuhan itu maha adil

Tapi kenapa aku terjebak

Putih ku anggap hitam

Hitam pun ku anggap putih

Kini jiwaku melayang

Pergi ingin kembali

Derai hati merangsang cinta

Aku hancur tapi terbangun

Jatuh kembali dan bangun kembali

Menyesali hatiku yang rapuh

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, SELASA 24 FEBRUARI 2009

Asa ku telah hadir dalam tunaian suci

Hati ku pun membatin dalam relung yang sepi

Jiwa tak mampu menghujat siapa yang salah

Dan siapa yang benar

Ya Rob

Mata ini bergejolak hingga keluar air di hati

Sungguh maha suci Engkau yang menciptakannya

Tiada yang bisa menandingi kesempurnaanMu

Jika dia telah Engkau beri hati yang bisa ku petik walau secuil air

Ku kan terus bersyukur hingga akhir

Aku pun akan menjaga hatinya dengan helaan nafas Allahuakbar

Ya Rab, hati ku kan ku luruh kan semuanya padaMu

Walau mata kan terpejam, kaki tak berjalan, dan telinga takkan mendengar

Ku tetap pertahankan tuk mencoba menggapai dirinya

Sujudku takkan ku punahkan walaupun dalam gelapnya malam

InsyaAllah dengan ridhoMu dan takdirMu

Kami ingin engkau satukan jiwa ini dalam ikatan suci yang abadi

Aamiin...

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, SELASA 10 FEBRUARI 2009