Tampilkan postingan dengan label eRy's cuap2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eRy's cuap2. Tampilkan semua postingan

Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Beberapa hari yang lalu kota Banjarbaru telah resmi menyandang penghargaan itu, namun kapan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin dapat mengikuti jejak Kota idaman tersebut?

Semua itu dapat terwujud di tahun 2010, asalkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungannya, misalkan saja dengan cara tidak membuang sampah di sembarang tempat dan tidak mengganggu pepohonan apalagi sampai menebangnya serta melaksanakan program penghijauan di kawaan yang gersang. Dengan kerja keras, kesungguhan dan kebersamaan dari seluruh komponen masyarakat, Insya Allah Banjarmasin akan meraih penghargaan adipura selanjutnya.

Untuk target mendapatkan piala adipura tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin harus memperbaiki kawasan-kawasan yang dianggap masih kurang seperti untuk kebersihan di kawasan pasar dan juga meningkatkan penyediaan tempat sampah. Maka dengan itu semua, upaya dan kerja keras dari semua pihak untuk menjadikan Kota Banjarmasin yang bersih, hijau dan sehat akan membudaya dan terealisasi dengan baik sehingga harapan untuk mendapatkan adipura tercapai dan bukan hanya sekedar angan-angan.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, SABTU 20 JUNI 2009

Siapa yang tak ingin naik haji? Semua umat Islam pasti merindukannya. Masalahnya naik haji di jaman sekarang bukanlah barang murah, butuh biaya yang tak terkira. Biaya tersebut untuk segala keperluan ibadah, mulai sebelum berangkat sampai kepulangan. Oleh karena itu, ibadah haji ini memanglah sesuatu yang sangat berat, Rasulullah pun hanya mewajibkan bagi yang mampu saja. Dari tahun ke tahun pemerintah berusaha untuk menurunkan biaya haji seminimal mungkin. Namun, tetap saja kita rasa masih tetap mahal. Allah telah berjanji bahwa barang siapa yang ikhlas berniat menuju kebaikan, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju kepada wujudnya niat tersebut.

Andaikan saja saat ini pengeluaran untuk naik haji dan lain-lainnya, mencapai lima puluh juta keatas, sungguh nilai itu sangat kecil jika dibandingkan dengan pahala yang akan dicapai. Perlu diingat, beribadah haji tidak boleh semata-mata hanya untuk mendapatkan pahala saja melainkan yang lebih besar dari sekedar pahala yaitu haji mabrur atau haji yang diterima oleh Allah SWT. Karena tidak ada balasan bagi haji yang diterima-Nya, kecuali surga, yang keindahannya tak pernah terbayangkan sebelumnya.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, SELASA 09 JUNI 2009

Pemilihan rektor Universitas Lambung Mangkurat sudah dilaksanakan, visi dan misi yang akan dibawa ke mana Unlam lima tahun ke depan sudah ditetapkan. Pertanyaannya apakah visi dan misi rektor yang terpilih ini mampu menghantarkan Unlam pada kemajuan dan merubah unlam ke arah yang lebih baik demi kebanggaan kita semua terutama di daerah kalimantan Selatan? Itu masih tanda tanya, masih merupakan harapan kita sebagai civitas akademik.

Kita berharap tentunya rektor kedepan memiliki kemampuan yang berkepribadian mumpuni, bukan hanya sekedar figur yang terbiasa masuk dalam dunia akademik, tetapi kemampuan mengatur suatu pekerjaan yang baik dalam mengelola universitas dan mampu bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan mahasiswa agar selalu berkompeten serta mampu membawa lompatan kemajuan besar bagi Unlam kedepannya.

Semoga saja Unlam sebagai perguruan tinggi negri yang ada di Kalimantan Selatan ini memiliki tanggung jawab untuk membenahi dirinya, yaitu dengan di usungkannya rektor yang telah terpilih, Unlam mengalami perubahan menuju universitas yang berdaya saing tinggi yang tidak kalah dengan universitas lainnya khususnya di Indonesia.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, SELASA 26 MEI 2009

Disaat semua orang masih fokus terhadap pemilihan umum legislatif 2009. Muncul kabar yang sangat mengejutkan, seorang Antasari Azhar (Ketua KPK) menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan direktur salah satu BUMN, Nasrudin Zulkarnaen. Pasti banyak orang-orang yang bertanya, apa benar Nasrudin dibunuh oleh Ketua KPK? Hal ini masih tanda tanya besar.

Antasari Azhar, sosok yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta bahkan miliyaran rupiah dari para koruptor melalui pembongkaran korupsi, posisinya sekarang cukup memprihatinkan. Beliau merupakan tersangka dalam pembunuhan terencana ini. Dan satu lagi yang cukup mencengangkan ternyata informasi yang beredar dari tragedi pembunuhan ini disebabkan permasalahan asmara dengan seorang mahasiswi bernama Rani.

Kita sekarang tentunya masih menunggu bagaimana proses peradilan di negeri ini dalam menyelesaikan kasus tersebut, semoga nantinya tidak ada kesalahan sedikitpun dalam proses ini. Sehingga kita semua bisa menarik sebuah kesimpulan apa yang sebenarnya terjadi? Dan harapan besar kita, semoga nantinya KPK tidak terganggu dengan ketidakstabilan yang sekarang terjadi di tubuh KPK itu sendiri, karena korupsi harus terus-menerus diberantas oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, KAMIS 14 MEI 2009

Pemilu tahun kali ini yang dinilai menghabiskan pengeluaran sangat banyak dikhawatirkan membuat para peserta pemilu tidak siap untuk menerima kekalahan. Setiap calon wakil rakyat harusnya berani dan siap menerima kenyataan pilihan rakyat untuk lima tahun ke depan. Para calon wakil rakyat yang kalah haruslah berbesar hati untuk mengakui serta menerima kekalahan dari pelaksanaan pemilu 2009 tersebut, jangan sampai melakukan tindakan yang melanggar aturan pemilu. Sebaliknya, untuk calon wakil rakyat yang menang jangan sampai merasa sombong karena kemenangannya, mereka harus tawadhu dan tentunya juga harus bersyukur. Intinya kalau kalah tidak ngamuk dan kalau menang tidak mabuk.

Kalah atau menang itu takdir, tentunya hal tersebut merupakan hadiah dari Allah SWT. Kita sudah dipilih jalan oleh-Nya untuk mencari rezeki yang halal dan tentunya Allah pasti memberikan kita pilihan yang terbaik. Diharapkan kepada Caleg yang berkompetisi apabila kalah, kalahnya itu secara terhormat dan apabila menang, menangnya itu secara bermartabat. Sementara itu, untuk penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, harus memberikan jaminan bahwa semua proses pemilu kali ini berjalan sesuai dengan koridor hukum dan tentunya dipraktikkan secara konsekuen dan bertanggung jawab agar tidak terjadi kesalahan.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, SABTU 18 APRIL 2009

Pesta demokrasi yang berlangsung saat ini merupakan ajang uji kemampuan dan mental generasi tua dan muda untuk tampil dalam pergulatan kepemimpinan nasional. Melalui momentum ini dapat dilihat sejauh mana pengharapan masyarakat terhadap peranan kaum tua dan muda tersebut dalam membangun Indonesia.

Kriteria pemimpin yang dibutuhkan bangsa saat ini adalah yang memiliki ideologi jelas. Pemimpin tua bisa lebih bijak, mampu mengendalikan diri dan mempunyai wawasan serta berpengalaman sedangkan pemimpin muda lebih punya banyak visi dan misi yang kreatif, lebih energik serta bersemangat. Pemilu atau demokrasi kali ini diharapkan sekali bukan sekedar election tapi juga selection.

Keberanian kaum muda untuk unjuk gigi di tengah masih dominannya peran tokoh-tokoh senior di kancah politik nasional patut kita beri acungan jempol . Kelompok muda yang mewakili generasi baru yang penuh dinamika diharapkan membawa gairah dan terobosan baru yang mampu membawa perjalanan bangsa ini menuju pintu keberhasilan, mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Usia memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang bisa terpilih sebagai pemimpin atau tidak. Kondisi bangsa Indonesia yang hingga saat ini masih terlilit berbagai persoalan, sangat butuh pemimpin yang berani melakukan perubahan, dan itu bisa diharapkan dari pemimpin kita yang terpilih nantinya, baik itu tua ataupun muda, sama saja. Hal mutlak yang harus dimiliki kepemimpinan mendatang, tentu saja komitmen moral. Moralitas seorang pemimpinan nantinya haruslah bersih dari segala macam tindak KKN, bersikap adil dan mementingkan kesejahteraan rakyat.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, RABU 15 APRIL 2009

Pemilu sebagai pelaksanaan pesta demokrasi sangat diharapkan dapat membawa kebaikan di masa depan baik bagi kekuatan posisi Indonesia maupun bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Pemilu yang sudah pasti menyerap energi dan dana yang sangat besar, semuanya berasal dari cucuran keringat mayoritas rakyat yang sangat berharap pada perubahan negara kita Indonesia.

Kita semua berharap pelaksanaan Pemilu tahun ini akan semakin baik dan berjalan dengan damai serta jauh dari kecurangan. Disamping itu semua Partai peserta pemilu bertekad melaksanakan kampanye secara santun dan damai. Kita pun berharap agar semua rakyat Indonesia yang merasa memiliki hak pilih dapat menggunakannya secara bijak dan dengan besar hati mengakui serta menerima keabsahan dari pelaksanaan Pemilu 2009 nanti, karena pada intinya ini adalah proses demokrasi bangsa untuk menuju kesejahteraan masyarakat banyak dan untuk kita semua.

Aturan main tentang pemilu sudah ada dan terbentuknya juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Aturan main tentunya untuk ditaati dan kalau melanggarnya perlu dilakukan tindakan yang tegas. Hukum perlu dilaksanakan secara konsisten dan tanpa pandang bulu, apabila negara dan rakyat Indonesia mau menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Semoga pemilu yang dilaksanakan benar-benar sebagai ajang pelaksanaan demokrasi dalam rangka menuju ke perbaikan yang bermakna, di mana perbaikan keadaaan kesejahteraan mayoritas masyarakat menjadi tumpuan utama.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, SELASA 07 APRIL 2009

Pelaksanaan pemilu sudah di ambang pintu, khususnya Warga Negara Indonesia tiba saatnya untuk menggunakan hak pilih. Begitu juga dengan parpol peserta Pemilu Indonesia 2009. Parpol-parpol tersebut harus ikut serta menyukseskan Pemilu kali ini, salah satunya dengan cara melaksanakan deklarasi yang telah disepakati bersama, yaitu melakukan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. Kampanye ini haruslah tertib dan bertanggungawab.

Kita berharap agar para parpol dalam berkampanye tidak sekedar memberikan janji-janji, namun juga mensosialisasikan bagaimana tata cara dalam memilih. Sosialisasi pemilu menjadi hal yang sangat penting, masyarakat masih tidak paham dengan tatacara pemilu kali ini, sebab pemilu kali ini jauh berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Bahkan ini kali pertama perubahan tatacara pemilu di Indonesia yang selama ini dikenal dengan coblos lambang partai dan nama atau foto calon. Pemilu sekarang, tidak lagi menggunakan cara tersebut. Sistemnya tetap saja, namun ada tata cara yang sedikit dimodifikasi, yakni dari cara mencoblos ke mencontreng. Bagi orang tua yang kebetulan tidak bisa baca tulis, cara yang sekarang betul-betul rumit bagi mereka. Kerumitan itu ditambah lagi dengan sosiasisasi yang minim dari penyelenggara maupun pihak-pihak yang berkompeten dengan pemilu.

Sosialisasi sangat diperlukan, terutama untuk menghindari adanya kesalahan. Apabila tidak dilaksanakan, besar kemungkinan kualitas pemilu akan rendah. Reformasi yang dicita-citakan bisa merubah keadaan menjadi lebih baik bakal tidak terjadi. Sebab masyarakat dengan kondisi yang gelap karena tak ada sosialiasi pemilu, akan tetap menggunakan hak pilihnya hanya mendengar kata orang, sementara mereka sendiri tak mengerti bagaimana supaya bisa memilih wakil yang betul-betul mereka percaya.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, KAMIS 02 APRIL 2009

Salah satu polemik yang sedang marak dibicarakan di kalangan masyarakat Islam sekarang ini yaitu tentang boleh tidaknya nikah siri. Nikah siri sama saja dengan nikah lainnya, hanya saja bedanya nikah siri tidak pakai pesta, yaitu pesta pernikahannya ditunda atau tidak sama sekali dan tidak adanya bukti otentik bila telah menikah. Awalnya pernikahan ini bisa diterima oleh masyarakat, namun hal ini sebenarnya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Nikah siri bisa menyulitkan proses administrasi keluarga karena tanpa diakui oleh negara, misalnya saja pengurusan akta lahir anak.

Nikah siri dalam pandangan agama diperbolehkan, sepanjang hal-hal yang menjadi rukunnya terpenuhi. Imam Syafi’i dan Imam Abu Hanifah menyatakan nikah siri hukumnya sah, tapi makruh dilakukan. Namun, beberapa ulama seperti Imam Malik menyatakan nikah siri batal hukumnya. Tidak sahnya nikah siri disebabkan kerahasiaan yang dibawa karena pada dasarnya pernikahan adalah sesuatu yang wajib diumumkan.

Nikah siri tidak akan menimbulkan bias gender bagi perempuan, jika didasarkan dengan orientasi islam. Namun, pada praktiknya nikah siri menimbulkan banyak ketimpangan terhadap istri, misalnya istri ditinggalkan begitu saja atau anak ditelantarkan. Praktik nikah siri seperti inilah yang memberikan dampak negatif bagi istri. Tidak ada yang menanggung secara hukum, pengadilan pun tidak bisa membantu, karena tidak ada catatan hukum. Dari nikah siri, akan muncul banyak masalah rumah tangga karena posisi perempuan lemah, mudah sekali bagi suami berlaku tidak adil. Istri tidak bisa berbuat banyak karena nikah siri tidak mempunyai perjanjian terkait hukum negara. Oleh karenanya jangan jadikan nikah siri sebagai jalan pintas untuk keluar dengan mudahnya dalam mengatasi persoalan. Tidak ada salahnya mencoba berjuang dahulu semaksimal mungkin untuk memberikan pengertian kepada keluarga agar dapat menikah secara formal.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, SELASA 10 MARET 2009

Kecenderungan meningkatnya biaya pemeliharaan kesehatan menyulitkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Keadaan ini terjadi terutama pada keadaan dimana pembiayaannya harus ditanggung sendiri dalam sistem tunai. Kenaikan biaya kesehatan terjadi akibat penerapan teknologi yang canggih, pola pembayaran tunai langsung ke pemberi pelayanan kesehatan dan inflasi. Peningkatan biaya itu mengancam akses dan mutu pelayanan kesehatan, karenanya harus dicari solusi untuk mengatasi masalah pembiayaan kesehatan ini.

Asuransi Kesehatan untuk Keluarga Miskin (Askeskin) merupakan salah satu program pemerintah yang memberikan akses kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Pada tahun 2008 program ini berubah menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat. Jamkesmas adalah sistem subsidi layanan kesehatan dari yang mampu kepada warga lainnya. Tak hanya dalam bentuk layanan kesehatan dasar juga termasuk pertanggungan tindak medis lanjutan. Sesuai syarat saat menjadi peserta Jamkesmas tersebut harus dalam keadaan sehat.

Sistem ini merupakan mekanisme antikorupsi dan antikolusi. Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan program Askeskin, namun dalam pelaksanaannya Jamkesmas dikhawatirkan akan menimbulkan beberapa permasalahan sosial. Pada saat program Askeskin segala bentuk identitas kelurga miskin seperti kartu PKPS-BBM, kartu JPS, kartu sehat, Kartu Identitas Keluarga Miskin dan Surat Keterangan Tidak Mampu masih dapat digunakan untuk mendapat pelayanan kesehatan di RS milik Pemerintah dengan biaya dari pemerintah pusat. Tetapi dalam pelaksanaan Jamkesmas, hanya kelurga miskin yang masuk dalam daftar Jamkesmas yang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di Rumah Sakit milik Pemerintah.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, KAMIS 19 MARET 2009

Dukun cilik Ponari. Nama itu tiba-tiba muncul melejit. Banyak media cetak maupun elektronik meliput fenomena pengobatan alternatif yang diberikan oleh bocah dari Jombang itu. Antrian pasien yang akan berobat padanya, tidak tanggung-tanggung hampir jutaan orang. Mungkin banyak orang yang merasa aneh dengan pengobatan bocah cilik ini. Bagaimana tidak, sebuah batu begitu dicelupkan kedalam air bisa mengobati berbagai penyakit. Mulai penyakit ringan sampai berat, cukup berobat beberapa kali dan tidak perlu bayar mahal maka akan sembuh hingga bisa dikatakan sembuh total sekalipun.

Melihat fenomena seperti ini kita jangan langsung meyalahkan Ponari ataupun mereka yang berobat .Ia mungkin hanya ingin mengobati dengan ihklas, murah, sehat dan tentunya sembuh nantinya. Mungkin mereka semua yang berobat mengerti kenapa batu yang hanya dicelupkan bisa dibuat obat sakti. Mungkin karena jalan inilah Allah menyehatkan umatnya lewat tangan mungil Ponari dan batu yang dimilikinya, sehingga akan membuat orang sakit akan sembuh. intinya kita dilarang untuk syirik. Karena memang cara-cara klinik seperti ini identik dengan yang namanya syirik.

Minat masyarakat terhadap pengobatan ala Ponari juga mungkin dikarenakan mahalnya biaya pengobatan dan perlakuan yang kurang menyenangkan di rumah sakit, terutama bagi pasien yang kurang mampu. Hal ni diduga menjadi faktor yang membuat masyarakat berpindah pilihan berobat. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai pengobatan Ponari ini adalah sebuah bentuk kegagalan pemerintah dalam mendidik masyarakat di bidang kesehatan. Munculnya pengobatan Ponari yang menyedot minat ribuan orang itu pun telah menunjukkan betapa lemahnya kinerja kesehatan yang diterjunkan ke tengah masyarakat disana, khususnya di daerah seperti Puskesmas dan Balai Pengobatan. Karena itu IDI dituntut memperjuangkan pengobatan yang murah bagi masyarakat yang kurang mampu.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, SELASA 03 MARET 2009

Bank Indonesia akan terus menurunkan suku bunga. Apa makna penurunan suku bunga itu bagi kita? perlu kita ingat, mengapa BI harus menaikkan dan menurunkan suku bunga. BI melakukan hal itu dalam tugasnya sebagai pengendali moneter, yaitu mengendalikan laju inflasi. BI mengatur jumlah uang yang beredar. Kalau jumlah uang yang beredar sedikit, maka masyarakat cenderung berhemat dan akibatnya harga akan cenderung turun. Dengan begitu, BI akan melakukan deflasi untuk memakmurkan masyarakat yang sekarang sedang susah.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

BANJARMASIN POST, JUMAT 06 FEBRUARI 2009