Tampilkan postingan dengan label eRy's opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eRy's opini. Tampilkan semua postingan

LDF adalah singkatan dari Lembaga Dakwah Fakultas. Setiap Fakultas pasti memiliki wadah bagi mahasiswa muslim untuk berdakwah. Dengan terbentuknya organisasi atau lembaga tersebut, maka kita harus mampu memaksimalkannya dengan baik, tidak meninggalkan atau mengacuhkannya begitu saja. Kita bisa lihat salah satu LDF di kampus Unlam, salah satunya di Fakultas MIPA yaitu Forum Studi Islam (FSI) Ulul Albab yang beberapa waktu lalu membahas tentang program kerja, hal ini dikarenakan adanya pergantian kepengurusan. Dari hasil program kerja itu sendiri banyak sekali amanah yang perlu di emban. Yang tidak bisa begitu saja dalam satu hari dirilis tetapi untuk hari berikutnya tidak dilaksanakan.

FSI Ulul Albab sendiri memiliki beberapa divisi atau departemen yang dimana hal ini terbentuk untuk membantu dalam melaksanakan tugas dakwahnya terutama di lingkungan kampus dan umumnya di lingkungan masyarakat. Yang pertama adalah divisi kaderisasi. Tugasnya sendiri yaitu untuk merekrut mahasiswa baru atau pun lama untuk mendakwahkan kampus FMIPA. Selain itu juga orang-orang yang duduk di divisi tersebut dapat memperlihatkan dan menunjukkan kepada mahasiswa bahwa dakwah itu tidak dapat dilaksanakan secara sendiri, melainkan secara bersama-sama, hal itu tidak lain untuk saling membantu, fungsi kaderisasi itu juga dapat membentuk mahasiswa yang berkarakter islam secara kaffah dan bertanggung jawab atas amanah yang telah diberikan. Yang kedua adalah divisi syiar, divisi ini adalah ujung tombak dari FSI, karena tugasnya adalah mensyiarkan Islam secara kontinu melalui sarana atau lembaga yang berada di lingkunagn kampus FMIPA Unlam Banjarbaru dan mengaktifkan serta mengoptimalisasi media yang ada sebagai fasilitator dalam membentuk opini keislaman, hal ini betujuan agar terciptanya citra FSI Ulul Albab yang baik di masyarakat kampus.

Kemudian yang ketiga yaitu divisi pendidikan, tugasnya memberi para kader ataupun mahasiswa di kampus dalam hal substansi pembelajaran baik itu ilmu pengetahuan umum ataupun ilmu islam. Tujuannya bukan lain adalah untuk membuat mahasiswa, yang tidak hanya cerdas dalam bidang keislaman saja tetapi cerdas dalam ilmu pengetahuan umum juga. Yang keempat yaitu divisi humas dan dana, kerja dari divisi ini sendiri yaitu mencari link untuk bekerjasama, tentunya saja agar dari semua kegiatan yang dilaksanakan dapat terlaksana dengan baik. Dakwah itu perlu sekali dana, karena tanpa dana semangat yang sudah tumbuh untuk melaksanakan kegiatan pasti akan kendur. Yang terakhir yaitu divisi kemuslimahan, divisi ini berkaitan dengan lembar kerja para muslimah, tugasnya sendiri yaitu menciptakan muslimah-muslimah sejati seperti halnya istri baginda Rasulullah SAW, Siti Khadijah RA.

Dari ke lima divisi tersebut semoga semua kegiatan yang dilaksanakan akan saling terkoordinasi, tanggung jawabnya harus terpenuhi. Harapan untuk kedepannya Lembaga Dakwah Fakultas ini dapat mensyiarkan islam secara mumpuni, agar Unlam sebagai perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Selatan dapat tumbuh dengan nafas kehidupan islam, laksanakanlah tugas dengan baik, agar semuanya nanti mampu kita wujudkan dengan rasa bangga dan selalulah beristiqomah dalam memperjuangkan islam di daerah kampus. Aamiin Yaa Robbal’alamiin.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, JUMAT 19 JUNI 2009

Kenakalan remaja adalah salah satu masalah lama yang senantiasa muncul di tengah-tengah masyarakat. Masalah itu tentunya akan membawa akibat tersendiri sepanjang masa, salah satunya dapat mengganggu keharmonisan kehidupan sosial. Kenakalan remaja muncul dikarenakan adanya kehidupan keluarga yang hancur (broken home), lingkungan pendidikan yang membelajarkan kearah negatif, seperti teman-temannya yang berulah negatif terlebih dahulu. Selain itu keadaan masyarakat, dilihat dari kondisi lingkungan dalam berbagai corak atau bentuknya yang dapat berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap anak-anak remaja dimana mereka hidup berkelompok. Al-Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW telah memberi petunjuk tentang hal-hal yang harus dilakukan sebagai perbuatan terpuji dan hal-hal yang harus ditinggalkan sebagai perbuatan tercela. Tetapi, dalam kenyataannya perbuatan tercela yang telah digariskan sering dilakukan dan perbuatan yang baik kadang-kadang malah ditinggalkan.

Dewasa ini muncul problem sosial yang dilakukan oleh anak remaja atau mahasiswa yaitu salah satunya perbuatan kekerasan baik perkelahian maupun penganiayaan yang sangatlah meresahkan masyarakat. Penganiayaan yang merupakan ancaman terhadap kesehatan dan anggota-anggota tubuh tertentu yang dilakukan oleh anak-anak remaja pada umumnya di awali oleh pertengkaran-pertengkaran kecil. Kadang kalanya pertengkaran tersebut berkembang menjadi lebih serius. Kita lihat saja saat ini banyak sekali kasus-kasus perkelahian remaja baik itu antarasiswa ataupun antarmahasiswa. Pada hakikatnya hal tersebut terjadi dikarena hal yang sangat sepele, yang mungkin dari salah satu siswa hanya ada kesalahpahaman dengan siswa lainnya yang berbeda sekolah. Kejadian yang begitu sepele tersebut menjadi besar karena ketidakpuasaan siswa yang telah diperlakukan tidak baik oleh temannya itu, maka dari itu teman-teman yang lainpun mengetahuinya dan membantu sehingga terjadilah perpecahan antar sekolah yang saling berebut kekuasaan untuk menjadikan sekolahnya itu yang terhebat atau terbaik.

Seharusnya pergaulan antarmanusia haruslah selalu memperhatikan nilai-nilai kehormatan pada yang lainnya agar manusia tersebut mempunyai nilai harga diri yang sangat tinggi. Kenakalan-kenakalan remaja tersebut sering dilakukan ditengah-tengah masyarakat yang pada dasarnya adem ayem, hal ini dapat mengakibatkan hilangnya rasa kebahagian umat dan juga hilangnya rasa ketentraman hidup. Pembinaan, pendidikan dan penanaman nilai-nilai akhlaqul karimah itu lah solusi yang sangat tepat bagi anak remaja, agar di dalam mentalnya tidak mengalami hambatan-hambatan yang nantinya menyimpang jauh dari aturan-aturan Allah SWT. Pembinaan akhlak mampu membentuk mental manusia agar memiliki jiwa kepribadian yang bermoral. Berbudi pekerti yang luhur dan juga merupakan penuntun bagi umat manusia untuk memiliki sikap yang mandiri sesuai dengan syariat Islam.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, SELASA 09 JUNI 2009

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 100 plus 1 tahun ini menjadi hal yang sangat penting apabila nilai-nilai kebangsaan, persatuan dan kesatuan yang telah dirintis oleh Budi Utomo, dapat dijadikan suatu energi bagi langkah-langkah kita ke depan, sekaligus sebagai renungan dan evaluasi, sejauh mana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam setiap potensi, profesi, tugas dan tanggungjawab masing-masing individu warganegara Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hari Kebangkitan Nasional tahun ini diperingati dalam kondisi di mana mulai turunnya rasa bangga berbangsa dan bernegara Indonesia di kalangan warga negara Indonesia itu sendiri. Kondisi di mana orang di negeri ini lebih suka menggunakan barang-barang luar negeri daripada produksi dari negeri sendiri. Kondisi di mana makin merosotnya rasa bangga akan budaya Indonesia. Coba saja bisa kita lihat, anak muda sekarang ini lebih suka becelak atau bercermin mengikuti ala kebarat-baratan memakai kalung rantai, tindik dan segala aksesoris macamnya, tapi malu serta alergi kalau dimintai memakai kemeja batik. Keadaan ini sangat memprihatinkan. Budaya indonesia lebih dihargai di negeri orang daripada di negerinya sendiri. Bisa kita lihat halnya orang luar negri atau yang biasa kita sebut bule. Seberapa senangnya mereka memakai baju batik, seberapa takjubnya mereka mendengar suara gamelan dan merdunya suara kulintang di telinga mereka. Sementara untuk kita? Sangat bertolak belakang dari mereka. Sangat disayangkan, generasi muda saat ini sama sekali tidak mengerti budaya dan sejarah masa lalu bangsanya sendiri. Mau jadi apa bangsa ini di masa depan jika dipimpin oleh orang-orang yang tidak mengerti identitas bangsanya itu sendiri? Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa lain di dunia sebelum warga negaranya memiliki rasa bangga berbangsa dan bernegara Indonesia.

Jika kita telaah dengan sungguh-sungguh, semangat kebangkitan nasional di mata para pemuda kita dapat dijadikan landasan yang sangat kuat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan mendasar yang sedang kita hadapi saat ini. Jika dahulu kita memiliki musuh yang bernama penjajah, maka sekarang kita memiliki musuh bernama kemiskinan, pengangguran, korupsi, hutang, lemahnya penegakan hukum, lemahnya perekonomian dan rentannya keadaan politik dan keamanan. Kita harus bisa untuk memberantasnya bersama-sama. Dahulu kita bisa menaklukkan penjajah, sekarang kita tentunya harus bisa juga menaklukkan yang namanya kemiskinan, korupsi dan sebagainya. Mungkin hal-hal seperti itulah yang membuat hari Kebangkitan Nasional tahun ini dan seterusnya nanti, terasa istimewa. Paling tidak itulah yang harusnya kita rasakan bersama-sama. Semoga Allah selalu membimbing dan memberikan kekuatan lahir dan batin kepada para pemimpin dan rakyat Indonesia kedepannya, sehingga cita-cita terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia benar-benar dapat membuat seluruh rakyat Indonesia merasakan kehidupan yang lebih layak dari sebelumnya.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, JUMAT 22 MEI 2009

Tuntulah ilmu sampai ke negeri China, pepatah itu mengajarkan kepada setiap manusia untuk menuntut ilmu tanpa kenal lelah. Perkembangan sekolah-sekolah berbasis keislaman baik di tanah air maupun di negara-negara maju adalah suatu fenomena yang sangat menarik. Di berbagai kota di tanah air bermunculan dengan pesatnya sekolah berbasis keislaman tersebut. Pendidikan Islam haruslah menjadi sebuah pionir atau penggegas serta pula harus menjadi yang terdepan. Karena pendidikan yang berbasis Islam itu bagi bangsa dan bagi kita merupakan bagian dari perjuangan umat. Hal itulah yang harus terus diperjuangkan sampai akhir hayat. Dalam hal ini, kita harus bisa merancang sebuah program agar bagaimana pendidikan-pendidikan kita ini lebih maju, terutama dalam pendidikan yang berbasis Islam, karena eranya ke depan adalah era kompetisi atau daya saing. Mau tidak mau, pendidikan yang berbasis Islam harus mampu mengambil langkah awal untuk memajukan akidah umat kedepannya. Kalau tidak mampu mengambil bagian tersebut, umat Islam pada umumnya atau pendidikan Islam itu nantinya hanya sebagai penonton, bahkan lama-kelamaan pendidikan Islam dengan sendirinya akan habis.

Kenapa ada sebagian orang tua, yang tidak mau menyekolahkan putera atau puterinya di sekolah Islam? Itu mungkin dikarenakan takutnya masa depan mereka untuk mencari pekerjaan, hanya pelajaran islamnya saja yang banyak dipelajari bukan ilmu alamnya atau kemampuannya dalam beranalisa, padahal itu sangat salah besar. Pendidikan yang islami akan membuat sang anak menjadi lebih berkualitas dalam hal keimanannya, tidak menutup kemungkinan apabila ia selalu secara konsisten dalam menerapkan hukum Islam tersebut, selain itu mereka akan mantap menempuh jenjang ke akhirat nantinya.

Cara meningkatkan kualitas pendidikan Islam agar mampu bersaing dengan pendidikan lainnya adalah harus menyiapkan segala sumber yang mendukung seperti didukung dari sumber daya yang baik, yang kompeten di bidangnya dan juga didukung oleh manajemen yang modern, yang profesional. Padahal kalau kita bicara manajemen Islam itu harus memenej umatnya lebih bagus, tapi biasanya kita memenej sekolah Islam itu sendiri kadang-kadang semaunya saja. Begitu juga dari infrastruktur, sarana prasarana kita harus mempunyai nilai lebih, agar tidak ketinggalan jaman. Tanpa itu kita akan terasa sulit. Jadi kita memang harus menyiapkan diri disegala aspek untuk mendukung agar terjadi proses pembelajaran atau pendidikan yang berbasis Islam faktor penting dalam mengelola pendidikan Islam adalah manajemen yang berbasis Islam dan orang tua dan masyarakat harus menyadari bahwa pendidikan itu harus dikelola secara baik harus seimbang antara kebutuhannya.

Kita sadar bahwa meski pendidikan dan kultur agama sangat diperlukan bagi masa depan anak-anak tapi modernitas juga mesti di selelaraskan agar anak-anak mereka juga dapat menjadi pemenang dalam kehidupan dunia. Sekolah haruslah mampu memberikan bekal dasar-dasar keagamaan yang cukup untuk menghadapi materialisme dan sekaligus mampu membuat anak-anak mereka tampil cakap di dunia modern dan tentunya tidak gagap tekhnologi. Kesadaran inilah yang kemudian menumbuhsuburkan sekolah-sekolah berbasis keagamaan yang mengusung ilmu pengetahuan dan teknologi modern dalam kurikulum sebagai upaya untuk memenangi kehidupan dunia untuk menuju ke kehidupan akhirat yang luar biasa.Aamiin Yaa Robbal’aalamiin.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, SABTU 9 MEI 2009

Akhir-akhir ini bahkan kedepannya nanti, banyak sekali orang yang terjangkit virus facebook. Orang-orang yang dulunya tidak pernah tahu-menahu apa itu dunia maya, sekarang mendadak menjadikan warung internet sebagai rumah keduanya. Tidak peduli tua, muda maupun remaja bahkan anak-anak, semuanya mulai menggandrungi situs sosial networking ini. Hampir tiap hari mereka mengunjungi situs pertemanan ini. Facebook yang diciptakan oleh seorang mahasiswa bernama Mark Zuckerberg ini cukup mampu mengalihkan perhatian kita, bahkan digemari banyak orang dan benar-benar membuat orang semakin kecanduan sehingga melupakan waktunya dalam beraktivitas.

Facebook sendiri merupakan jaringan yang menghubungkan kita dengan teman-teman lama yang menghilang. Hampir mirip dengan Friendster, namun tampilannya barangkali lebih seru dan banyak aplikasinya. Friendster yang dulu boomingnya minta ampun saat ini terpaksa harus gigit jari. Pertanyaannya masihkah ada yang setia dengan Friendster? Mungkin ada, itupun orang-orang yang masih belum tau apa itu facebook. Tetapi kebanyakan friendster sudah pasti seperti rumah tak berpenghuni, tidak ada aktivasi dalam pertemanan, sedikitnya pesan atau testimonial yang masuk. Sungguh situs ini sangat jauh berbeda dari facebook.

Kata orang manfaat dari facebook itu sendiri banyak, selain mencari hiburan dan memperbanyak teman, kita bisa juga langsung tegur-sapa walaupun masih lewat tulisan, selain itu juga dapat berbagi ilmu pengetahuan. Salah besar apabila facebook disalahgunakan. hanya sekedar refreshing tetapi dia lupa dalam kewajibannya dalam bekerja atau beraktivitas. Alangkah ruginya kita disaat menjalani sesuatu yang berharga, kemudian kita sia-siakan. Orang yang bodoh adalah jika diberikan modal maka modalnya dihamburkan dengan sia-sia. Begitu juga kita jika sudah diberi modal waktu, kemudian waktunya kita hambur-hamburkan maka kita termasuk orang yang bodoh, maka dari itu jangan terlalu membuang waktu dengan permainan dunia maya ini, apalagi sampai meninggalkan ibadahnya. Naudzubillah. Kita seharusnya mensyukuri nikmat Allah, yang mana kita dapat merasakan kecanggihan tekhnologi sekarang ini, misalkan dengan memanfaatkannya dengan baik untuk amal di akhirat kita nanti.

Kira-kira teknologi apa yang tampaknya akan menjadi virus 20 tahun kedepan? Apakah mungkin kita yang sedang online didepan komputer dapat menatap langsung teman kita yang lain atau bahkan lebih dari itu. Wallahu’alam. Kita lihat saja kedepannya tekhnologi akan maju seperti apa, asalkan kita tetap dapat menjaga dengan baik ibadah kita kepada-Nya. jangan sampai kita menyalahgunakannya kearah negatif.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, JUMAT 8 MEI 2009

Pesta demokrasi yang berlangsung saat ini merupakan ajang uji kemampuan dan mental generasi tua dan muda untuk tampil dalam pergulatan kepemimpinan nasional. Melalui momentum ini dapat dilihat sejauh mana pengharapan masyarakat terhadap peranan kaum tua dan muda tersebut dalam membangun Indonesia. Bagaimana kita mensoali pemimpin tua dan muda? Dalam kebingungan memilih kriteria pemimpin, antara tua dan muda semua ini berawal dari ketidakpercayaan terhadap pemimpin tua, yang mewarisi nilai-nilai ketidakpekaannya terhadap rakyat. Terbukti ketika pemilu tiba, semua calon pemimpin hanya merebut hati rakyat saja dengan berbagai kata-kata yang manis, tapi bila sudah selesai pemilu, semua lupa pada janji dan menjauh dari rakyat.

Dengan adanya ketidakpekaan hati dan perasaan pemimpin tua dengan segala sepak terjangnya, maka generasi muda melihat hal ini sebagai peluang untuk memimpin. Pemimpin tua tidak sadar atas kemauan rakyat. Kalau mau jadi pemimpin, syarat utamanya adalah menanamkan kepercayaan terhadap rakyat dan selanjutnya mampu mengemban kepercayaan tersebut, baik itu pemimpin tua atau muda, karena masing-masing pada diri mereka mempunyai keunggulan dan kelemahan. Pemimpin tua bisa lebih bijak, mampu mengendalikan diri dan mempunyai wawasan serta berpengalaman sedangkan pemimpin muda lebih punya banyak visi dan misi yang kreatif, lebih energik serta bersemangat.

Dengan kondisi bangsa saat ini, marilah kita tidak saling menyalahkan baik tua maupun muda itu sama saja kan, kita seharusnya saling membantu dan tidak saling menjatuhkan. Kalau mau jadi pemimpin yang dikenang, maka jadilah pemeimpin yang menggunakan etika, sopan dan bermoral serta berbudi luhur. Potensi anak muda bisa jadi berkembang karena ada orang tua diatasnya. Sudah saatnya para orang tua membuka jalan dan memberikan jalan untuk kaum muda berekspresi. Pemilu atau demokrasi kali ini diharapkan sekali bukan sekedar election tapi juga selection. Kriteria pemimpin yang dibutuhkan bangsa saat ini adalah yang memiliki ideologi jelas. Saat ini ideologi tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Kita harus dapat menyingkirkan pemimpin yang merusak negara, yang korup dan totaliter. Tidak peduli mereka berasal dari mana, tidak membedakan berusia berapa. Pada dasarnya banyak keinginan masyarakat yang memberikan kepercayaan pada pemimpin yang mengedepankan profesionalsime, etika politik, dan konsistensi perjuangan, serta membawa visi yang menjadi harapan semua pihak.

Keberanian kaum muda untuk unjuk gigi di tengah masih dominannya peran tokoh-tokoh senior di kancah politik nasional patut kita beri acungan jempol . Kelompok muda yang mewakili generasi baru yang penuh dinamika diharapkan membawa gairah dan terobosan baru yang mampu membawa perjalanan bangsa ini menuju pintu keberhasilan, mengejar ketertinggalan dari negara lain. Walau begitu, tidak sedikit yang memandang sinis tampilnya tokoh-tokoh muda dalam kancah politik nasional dengan berbagai alasan, tokoh muda disebut masih minim pengalaman, kurang bijaksana dalam mengambil keputusan dan sebagainya. Intinya, tokoh-tokoh senior masih meragukan kemampuan para pemuda, jika mereka benar-benar diberi mandat oleh rakyat menjadi pemimpin nasional. Biasanya Tokoh-tokoh senior sebagian besar telah merasakan bagaimana mendapatkan kekuasaan yang cenderung ingin mempertahankan apa yang telah mereka capai dan umumnya mereka konservatif.

Usia memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang bisa terpilih sebagai pemimpin atau tidak. Kondisi bangsa Indonesia yang hingga saat ini masih terlilit berbagai persoalan, sangat butuh pemimpin yang berani melakukan perubahan, dan itu bisa diharapkan dari pemimpin kita yang terpilih nantinya, baik itu tua ataupun muda, sama saja. Hal mutlak yang harus dimiliki kepemimpinan mendatang, tentu saja komitmen moral. Moralitas seorang pemimpinan nantinya haruslah bersih dari segala macam tindak KKN, bersikap adil dan mementingkan kesejahteraan rakyat. Kita nantikan saja, semoga kita akan kedatangan pemimpin sejati yang bukan lagi sekedar mimpi. Entah tua atau muda, terserah saja yang terpenting bangsa kita sejahtera.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, KAMIS 30 APRIL 2009

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehendakinya, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261). Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran untuk sesering mungkin bersedekah, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya kerana kekhawatiran bahwa kita salah sasaran dalam memberi, sebagai contoh kadang kala kita enggan memberi sedekah kepada pengemis yang kita temui ditepi jalan dengan anggapan bahawa mereka tersebut menjadikan meminta-minta sebagai pekerjaannya, atau sifat malasnya yang tak dapat dibuang. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian itu adalah bisikan-bisikan dari syaitan yang tidak rela melihat kita untuk berbuat baik, sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian kerana seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah SWT dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk selalu bersedekah, masalah mungkin timbul apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis atau peminta tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakikatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis atau peminta adalah ladang amal bagi orang yang berkemampuan, dapat kita bayangkan andai kata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal? Atau kalau kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah kepada pengemis atau peminta dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyisihkan sejumlah uang sebelum sholat Jum’at dan memasukkan ke kotak-kotak sumbangan yang tersedia dan biasakan dengan memberi semampunya saja, syukur jika boleh diberi lebih dan dilakukan secara terus-menerus. Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla.

Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebahagian hartanya akan rugi didunia dan akhirat kerana tidak mendapat keberkatan. Jadi, sebenarnya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang menginvestasikan uangnya ke bank ghaib dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperolehnya berlipat ganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu. Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi bertambah berkah. Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang bersedekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali), sebagaimana Allah SWT berfirman, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah” (Qs. Al Lail: 5-8).

Belum ada sejarahnya orang yang bersedekah kemudian ia jatuh miskin. Orang yang banyak bersedekah justru semakin hari kehidupannya semakin bahagia bahkan kaya raya. Seseorang telah memancing rezeki. Artinya, jaminan akan dikembalikan dan dilipatkannya harta kekayaan seseorang dapat terjadi menurut kehendak Allah. Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Maha kaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dengan sepenuh keikhlasan semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, JUMAT 24 APRIL 2009

Bahkan, catatan sejarah menunjukkan bahwa Beliau selama hidupnya hanya ada beberapa masalah saja yang diputuskan sendiri, tanpa adanya proses dialog dengan para sahabat. Untuk mewujudkan masyarakat masa depan yang makmur dan maju, pemimpin idaman perlu memulainya dengan membuka piranti terpenting demokrasi, yaitu menghidupkan iklim dialog disetiap ruang berbangsa.

Kelima, melindungi kaum minoritas. Dalam Islam, kaum minoritas diberikan hak perlindungan keamanan, karena sebetulnya mereka itu adalah saudara kita sendiri. Untuk kehidupan masa mendatang, seorang pemimpin idaman harus dijauhkan dari pola-pola diskriminatif dengan dalih SARA. Perlindungan kepada kaum minoritas sesungguhnya menguntungkan negara bila ditilik dari tinjauan ekonomi. Selama mereka tidak melakukan perongrongan terhadap pemerintahan yang ada, mereka berhak mendapat perlindungan.

Pemimpin yang diidam-idamkan rakyat itu juga tidak lepas dibarengi dengan adanya rasa tidak malu atau tidak gengsi meminta maaf kepada bawahan atas kesalahan yang pernah dilakukannya, karena pemimpin tetaplah manusia biasa yang tidak akan luput dari salah dan dosa. Pemimpin juga harus lebih bisa menghargai jerih payah dan pengabdian serta pengorbanan bawahannya, bersikap bijak atas kesalahan bawahan dan mampu menjalin komunikasi yang baik. Seorang pemimpin dalam menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinan harus menitikberatkan bobot kemampuannya pada masalah kepemimpinan. Fungsi dan kedudukan pemimpin dapat dilihat dari tugas-tugasnya secara fungsional dalam organisasi dimanapun ia berada. Di samping kemampuan secara fungsional, seorang pemimpin juga memerlukan kemampuan lainnya yaitu mampu menggerakkan motivasi bawahan dan memberikan tugas kepada bawahan sesuai dengan keahlian masing-masing atau mampu menempatkan orang-orang pada tempat yang benar. Semoga kita segera secepatnya atau malah sudah menemukan pemimpin idaman kita, yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya. Aamiin Ya Robbal 'alamiin.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, RABU 15 APRIL 2009

Setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Minimal manusia akan menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Setelah meninggal, ia akan ditanyai apa yang telah ia lakukan terhadap hidupnya oleh Allah SWT. Hal ini disadari atau tidak menjadi bagian dari diri manusia. Suatu kriteria standar bagi seorang pemimpin negara, mutlak mempunyai kesempurnaan baik dari segi fisik maupun intelektualnya. Pada masa Baginda Rasulullah SAW dan para Khulafaur Rasyidin, kriteria ini dijadikan sebagai kriteria pokok pada setiap pengangkatan pejabat negara. Untuk melihat lebih jauh tipe kepemimpinan idaman nan ideal, beberapa ciri pemimpin idaman berikut, sebagai sebuah potret utuh sang figur, pastilah harus diketahui terlebih dulu.

Pertama, membangun ekonomi kerakyatan. Istilah ekonomi kerakyatan sendiri menjadi begitu terkenal setelah bangsa ini dihantam badai krisis yang tak kunjung berlalu. Dimana seorang pemimpin harus dapat mengendalikan dan bertanggung jawab untuk pelaksanaan perekonomian disuatu negara, jangan sampai rakyat mengeluh kalau nilai-nilai kebutuhan pokok kita selalu naik. Kedua, menegakkan keadilan hukum. Ketidakadilan merupakan salah satu penyebab kehancuran umat-umat terdahulu. Pemimpin idaman harus bisa menciptakan suatu hukum yang netral. Ia juga harus tegas dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Di negara kita sendiri saat ini, hukum tidak berjalan dengan semestinya, banyak para koruptor yang masih bebas berkeliaran, sedangkan maling ayam saja, sudah terkena imbasnya dalam hukuman penjara.

Ketiga, menciptakan rasa aman. Seorang pemimpin idaman mutlak harus mampu melindungi rakyatnya dari ketakutan dan kecemasan, mulai dari ketakutan politik, ekonomi, budaya, sampai ketakutan moral. Hal ini jangan sampai seorang pemimpin malah besekongkol dengan musuh rakyatnya untuk mengikis habis nilai-nilai keharmonisan rakyat. Keempat, mengembangkan fungsi dialog. Rasulullah SAW adalah pemimpin teragung yang sangat mengedepankan dialog dan musyawarah.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, SELASA 14 APRIL 2009

Sampai mereka melakukan serangan brutal dan kejam terhadap negara Islam Afghanistan. Mereka mempunyai landasan politik diktator yang bertentangan dengan seluruh peraturan-peraturan dan norma-norma standar nasional dan internasional. Sebagaimana halnya dengan Sovyet, mereka juga melakukan penjajahan terhadap rakyat Afghanistan. Rakyat yang seharusnya mendapat penghormatan layaknya pahlawan, malah menjadi sasaran empuk yang terdzolimi.

Sekarang ini rakyat Afghanistan khususnya dan umat islam umumnya, memanggil para pejuang Afghanistan untuk menjaga parit-parit jihad yang suci dalam mempertahankan diri dari serangan Amerika dan sekutunya dan juga menyeru mereka agar berkonsentrasi pada persatuan dan kesatuan barisan jihad serta jangan pernah puas dan cukup kecuali dengan kemerdekaan penuh untuk negeri Islam Afghanistan dari penjajahan salibis Amerika tersebut.

Pejuang Islam Afghanistan juga mengumumkan dalam perkataan yang jelas dan gamblang, pernyataan yang selalu diulang, pesan kepada para penanggung jawab Amerika, Barack Obama agar mereka menarik seluruh pasukannya dari negeri Islam ini, sebelum mereka menemui nasib yang sama sebagaimana nasib Sovyet. Agar mereka mengambil pelajaran dari akhir kisah menyedihkan dan menghinakan Sovyet dengan menghentikan ekperimen kekuatan di bumi Afghanistan.

Tahun ini, Negara Rusia yang dulunya sudah ketar-ketir dengan Afghanistan, kini menyatakan diri siap menolong Amerika sekaligus ajang balas dendam kekalahannya 20 tahun silam.

Amerika meminta bantuan Rusia, karena mereka telah kehabisan strategi untuk menghadapi serangan-serangan mujahid Afghanistan yang menghadang konvoi kendaraan pembawa perbekalan tersebut. Jika hal ini terus-menerus terjadi, maka dapat dipastikan, puluhan ribu tentara kafir AS dan NATO akan mengalami krisis di Afghanistan.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, SABTU 11 APRIL 2009

Dua puluh tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 15 Februari 1989. Rusia dipaksa keluar dari bumi Afghanistan. Pasukan Rusia yang dipersenjatai dengan berbagai jenis senjata modern, jatuh di tangan penduduk Afghanistan dan tak satupun kemenangan yang mereka raih dalam penjajahan yang mereka lakukan. Bahkan mereka malah banyak yang tewas, luka dan puluhan ribu tentara hilang serta hancurnya ribuan kendaraan tempur. Mereka mengalami kerugian dana hingga trilyunan dolar. Itu semua adalah akhir kisah cerita negara adidaya yang dahulu dikenal dengan nama Uni Sovyet.

Dengan hengkangnya pasukan Uni Sovyet dari Afghanistan maka hancurlah kekaisaran Rusia. Bangsa-bangsa yang berada di bawah pemerintahannya mulai melepaskan diri dan merdeka membuat negara-negara kecil yang baru. Perjuangan jihad penduduk mujahid Afghanistan melawan Sovyet menyelamatkan dunia dari kejahatan komunisme. Dulu Uni Sovyet tidak hanya semata menjajah Afghanistan, tapi mereka juga menginginkan air hangat di laut India dan dari sana mereka akan melakukan perluasan atau ekspansi terhadap lawan-lawan mereka.

Selain itu, negara perkasa ini tidak hanya gagal menjajah Afghanistan, tapi ideologi komunis yang mereka anut menjadi hina dan menjadi bahan tertawaan di seluruh dunia. Dari keberkahan jihad Afghanistan dalam menghancurkan kekuatan komunis yang merajalela waktu itu, maka giliran Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara super power di dunia. Tapi sayangnya Amerika tidak memanfaatkan momen ini untuk kepentingan mereka dan dunia menuju hal positif, tapi justru mereka berjalan berlawanan dengan hal tersebut dengan meniti langkah Uni Sovyet dalam rangka politik ekspansi barat di seluruh dunia. Dimulai dengan kejahatan dan pembantaian massal kaum muslimin di seluruh pelosok dunia. Mereka tidak memberikan hak hidup merdeka bagi seorang pun tanpa seizin mereka.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, JUMAT 10 APRIL 2009

Rasulullah SAW adalah seorang pemuda yang sangat menjaga prestasi dan mempertahankan kualitas terbaik dari apa yang sanggup beliau lakukan. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah ..." (QS. Al Ahzab: 21). Hampir setiap perbuatan yang dilakukan oleh beliau selalu terjaga mutunya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal ikhlas yang terpelihara kualitasnya. Demikian juga keberanian dan kiprah hidup keseharian beliau, seluruhnya senantiasa dijaga untuk sesuatu yang bermutu tinggi untuk menghasilkan prestasi yang mulia.

Kita sering banyak sekali melaksanakan sesuatu yang ada di dalam aturan agama, namun kadang tidak tergerak atau terlaksana untuk meningkatkan mutunya. Tentu saja tidak semua dari kita yang memiliki kebiasaan kurang baik seperti itu. Mungkin kita termasuk salah satu diantara orang yang kurang mementingkan kualitas hidup. Padahal sudah merupakan sunnatullah bahwa yang mendapatkan predikat terbaik di sisi-Nya hanyalah orang-orang yang paling berkualitas dalam segi apa yang Allah takdirkan dalam kehidupan di dunia ini. Baik dalam urusan dunia maupun akhirat, Allah selalu mementingkan penilaian terbaik dari mutu yang bisa dilakukan dengan usaha yang giat dan ikhlas. Amal baru diterima kalau benar-benar bermutu tinggi ikhlasnya. Allah pun tidak memerintahkan kita, kecuali menyempurnakan amal-amal yang hanya semata-mata karena-Nya. Demikian juga dalam urusan dunia, produk-produk yang unggul dan berkualitas selalu memperoleh tempat di lingkungan masyarakat sekitarnya. Mereka juga lebih leluasa mendapatkan kedudukan dan penghargaan sesuai dengan tingkat keunggulannya.

Para pemuda yang unggul dan berkualitas juga bisa bermanfaat lebih banyak daripada orang-orang yang tidak memelihara dan meningkatkan mutu keunggulannya. Karenanya sudah menjadi suatu kewajiban bagi setiap orang pemuda Islam mempunyai kepribadian yang tinggi, agar rasa kedisiplinannya tetap berjalan teratur dengan baik. Orang yang dapat berdisiplin secara islam, itu bagaikan air yang mengalir dengan tenang, artinya dia selalu tenang dalam menghadapi masalah. Masalah itu pasti dapat di selesaikannya dengan pikiran yang jernih. Oleh karena itu, pemuda Islam yang unggul dan berkualitas haruslah bisa menjadi motor perjuangan Islam di tengah-tengah masyarakat, proaktif dalam melakukan perubahan di masyarakat, memiliki gaya hidup yang khas didasarkan pada aqidah Islam, dan memiliki rasa tanggung jawab untuk memimpin serta selalu ikhlas dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Mungkin kedepannya akan lahir generasi-generasi islam unggul berprestasi dunia akhirat.

InsyaAllah, siapapun yang ingin memahami Islam secara lebih cocok dengan apa-apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, maka bagian yang harus menjadi pedoman hidup adalah bahwa kita harus tetap menjadi orang yang menikmati perbuatan dan karya terbaik yang berkulitas. Prestasi dan keunggulan adalah bagian yang harus menjadi lekat menyatu dalam perilaku kita sehari-hari. Kuncinya satu untuk meraih kesuksesan yaitu harus menerapkan sistem disiplin secara konsisten seperti halnya yang dilakukan oleh Rasulullah. Sebab dalam disiplin akan tumbuh sifat yang teguh dalam memegang prinsip, tekun dalam berusaha, pantang menyerah dalam kebenaran, dan rela berkorban untuk kepentingan agama dan jauh dari sifat putus asa. Nantinya kita harus menikmati karya dan amalan terbaik kita yang selalu ditingkatkan terus-menerus. Dengan demikian, di dunia ini kita akan memperoleh tempat terbaik dan di akhirat pun mendapatkan tempat yang terbaik pula.

Dengan adanya badan ini yang penuh keringat dalam memberikan upaya yang terbaik dan pikiran yang kita gunakan untuk mengatur strategi yang jitu serta hati yang kita pergunakan untuk memberikan tawakkal serta ikhlas yang terbaik, maka kita akan merasa nyaman dan puas menjalani hidup yang singkat ini dengan perbuatan yang baik dan bermutu serta mempunyai nilai jual tinggi kedepannya untuk Zat Sang Pencipta. Inilah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang mulia, para sahabat beliau yang terhormat dan orang-orang shaleh sesudahnya. Oleh sebab itu, marilah kita bangkit dan tidak menunda-nunda lagi untuk menjadi seorang pribadi muslim berprestasi. Unggul dalam potensi yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. Kita-kita inilah yang sebenarnya paling berhak menjadi manusia terbaik, yang mampu menyetir, mengontrol, bahkan menggenggam dunia ini dengan penuh rasa percaya diri dan tanggung jawab yang besar, daripada mereka yang ingkar dan dusta, yang tidak mengakui bahwa segala potensi itu adalah suatu anugerah dan karunia dari Allah SWT.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, SELASA 07 APRIL 2009

Gerakan neososialisme (sosialisme baru) di Amerika Latin ini sebenarnya hasil perjalanan panjang dalam upaya merevisi model kapitalisme buas yang sudah gembos. Seluruh Negara Amerika Latin sedang berada dalam kegiatan yang sangat besar dalam memainkan simfoni sosialisme barunya. Dengan mengusung neososialisme atau sosialisme baru, atau juga sosialisme abad ke-21, Amerika Latin ingin menantang apa yang disebut neokapitalisme global atau neoliberalisme. Dan agar ajaran sosialisme baru itu bisa dijalankan, kekuasaan harus direbut, bukan dengan revolusi atau pemberontakan, tapi melalui perekrutan pemimpin alamiah yang berakar dan berpijak pada rakyat. Setelah terpilih sebagai presiden, pemimpin rakyat ini dalam kapasitas sebagai kepala negara dan pemerintahan diberi peran sebagai regulator pertumbuhan ekonomi mikro maupun makro, hal penting yang diabaikan dalam suatu kapitalisme. Namun, pemimpin yang lahir dari rakyat itu tidak dibiarkan bergerak tak terkendali, tapi terus dikawal oleh jaringan sociadad civil, masyarakat warga, civil society. Sekalipun sociadad civil tidak berperan sebagai regulator langsung, tapi sangat berperan strategis memengaruhi pemerintah.

Kemenangan Presiden Venezuela Hugo Chavez dalam referendum pekan ini menimbulkan dilema besar bagi para penganut neososialisme di Amerika Latin. Sebagai salah satu ikon utama gerakan neososialisme, Chavez diharapkan dapat bertahan di panggung kekuasaan untuk menuntaskan tugasnya memperkuat neososialisme. Namun, di sisi lain, upaya Chavez melanggengkan kekuasaan justru dinilai bisa membahayakan prinsip neososialisme sendiri. Kemenangan Chavez sebagai salah satu ikon utama gerakan neososialisme di Amerika Latin disambut gembira oleh kalangan pendukungnya di Venezuela maupun di tingkat kawasan. Chavez diharapkan dapat menuntaskan upaya meletakkan dasar yang kukuh dan kuat pada gerakan neososialisme di kawasan, bahkan diharapkan dapat memberikan pengaruh kepada dunia.

Neososialisme yang menekankan kesejahteraan rakyat dan mengutamakan peran masyarakat warga, civil society, dikhawatirkan akan terjebak dalam totalisasi sistem sosialisme-komunisme, yang mengutamakan kekuasaan, cenderung menjauhi kepentingan masyarakat, dan memasung kebebasan sipil. Harapan Gelombang sosialisme yang menyebar di Amerika Latin menjadi inspirasi bagi kita. Pertama, butuh komitmen pada keadilan sosial sebagai pijakan awal. Ia bukan sekadar ekspresi aksi karitatif yang mungkin dilakukan dengan motif politis sekunder. Keadilan sosial dipahami secara komutatif demi terpenuhinya kebutuhan dasar dan terjunjungnya harkat dan martabat semua manusia. Kita masih jauh dari idealisme ini. Kelangkaan kebutuhan dasar, melambungnya harga BBM dan gas, kian sulitnya mendapatkan beras murah, selain orang miskin adalah tanda betapa jauhnya kita dari cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Para pemimpin Amerika Latin yang mengusung neososialisme seperti membayangkan dunia yang sederhana, seperti mengerjakan tata buku satu lajur, yaitu hanya mencatat keunggulannya tanpa memperhitungkan kerugiannya. Pemimpin yang ada di sana pun cenderung karismatik, memiliki aura ambil alih, bahkan kompetensi otoriter. Adakah perkembangan teknologi modern telah mampu mengatasi dua penyakit besar sosialisme? Bila ada, neososialisme akan memiliki daya jual yang semakin tinggi.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, JUMAT 27 MARET 2009

Derasnya arus neososialisme yang merambah Amerika Latin kian menjadi perhatian masyarakat dunia. Bisa saja hal itu dilihat secara miris, sekadar reaksi atas rusaknya roda kapitalisme. Setelah beberapa tahun yang lalu terjebak dalam kemiskinan karena penghisapan yang dilakukan negara super power Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Amerika Latin kini bangkit. Di bawah paham neososialisme, mereka menjadi primadona baru bagi rakyat di belahan dunia. Apa yang terjadi di wilayah itu memberikan inspirasi alternatif bahwa sosialisme bisa dilaksanakan lewat cara-cara demokrasi. Hal ini sekaligus membantah satu-satunya pemikiran sebelumnya Marxisme-Leninisme yang menggariskan bahwa sosilisme hanya bisa dilakukan melalui jalan revolusi kelas proletar. Keberhasilan sosial demokrasi di Amerika Latin dilatarbelakangi munculnya gerakan sayap kiri dalam programnya dari pro rakyat miskin. Di bawah tekanan dunia barat global yang dipimpin oleh tetangganya Amerika Serikat, hampir semua negara Amerika Latin menemukan jalan menuju pemerintahan konstitusional dan kekuatan untuk mengalihkan kekuasaan melalui suara terbanyak dalam mekanisme pemilu. Dapat kita lihat, Amerika Latin tidak ditopang oleh satu sistem yang sama.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, KAMIS 26 MARET 2009

Indonesia harus belajar dari pengalaman pemilihan presiden yang ada di luar negeri. Mereka menampilkan calon presiden dari generasi muda (katakanlah usia muda disini di bawah 50 tahun) bukanlah suatu hal yang aneh. Kemudaan dari usia tersebut ditambah dengan pengalaman dalam beraktivitas di organisasi pemerintahan atau politik yang pastinya akan memberi poin plus bagi calon pemimpin muda di republik ini untuk tampil sebagai kandidat presiden pada pemilu lima tahun ke depan. Tokoh-tokoh pemuda yang menyatakan sedia maju pada pemilihan Presiden RI di tahun 2009 ini pun mulai banyak bermunculan. Mereka tak ingin kalah dengan tokoh-tokoh seniornya, para pemuda ini juga mengusung tema perubahan ke masa depan yang lebih jaya. Namun bagaimana mereka akan bersaing dengan tokoh-tokoh seniornya dan sebesar apa peluang mereka di kancah pemilihan presiden di tahun 2009 kali ini? Dilihat dari hasil pengamatan, belum ada satu pun calon presiden dari kalangan muda yang menempati peringkat yang relatif memadai. Calon-calon presiden dari kalangan senior masih lebih mendominasi. Hal ini wajar, karena dari sisi umur dan pengalaman, para senior ini relatif lebih lama. Sementara yang muda-muda ini baru masuk ke dalam wilayah sosial dan politik dalam beberapa tahun terakhir ini, sehingga memerlukan waktu. Namun, Peluang itu tetap terbuka selama pemimpin-pemimpin muda itu mau bekerja keras dan terus mensosialisasikan gagasan dan pemikirannya di tengah masyarakat.

Sebetulnya banyak sekali figur generasi muda di Tanah Air yang layak ditampilkan menjadi kandidat presiden mendatang. Selain itu, kemampuan dan kredibilitas generasi muda yang duduk di partai politik sejatinya sudah sejak awal ditampilkan. Partai politik yang seyogyanya pula mengakomodasi potensi generasi muda untuk menjadi calon presiden. Di sisi lain, generasi muda yang duduk di parpol pun harus berani bersuara beda dengan anggota parpol dari golongan senior yang ingin mempertahankan status quo. Pemimpin muda harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa mereka juga mampu mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin nasional sejati. Dapat kita lihat kematangan seseorang itu harus disertai dengan kedisiplinan. Apalagi seorang pemuda yang ingin sukses baginya wajib untuk menerapkan kedisiplinan. Dalam hal itu, generasi muda adalah cerminan suatu bangsa, karena mereka akan segera menjadi tua atau orang tua serta mereka bisa jadi suri tauladan anak dibawahnya, yang jelas kalau ada orang yang memikirkan, merencanakan dan berkiprah untuk membangun generasi muda islam cerdas berakhlaq dan berkualitas haruslah disiplin. Karena hal ini wajib dan diperlukan untuk membangun generasi yang ideal. Yang memiliki prestasi unggul, kualitas yang mapan dan intensitas pemikiran yang rasional.

Disini orang muda harus bisa menggerakkan satu semangat bahwa orang muda itu memiliki cita-cita, orang muda harus berupaya, dan orang muda itu tidak kalah oleh senior-seniornya. Sekarang tinggal seberapa besar upaya yang dilakukan dan motivasi dalam menggerakkan kalangan muda untuk mau turun ke masyarakat. Kalau seandainya ada yang meragukan calon pemimpin muda, diujikan saja. Karena itu kita menyambut baik program-program televisi, seperti debat antar partai politik misalnya. disana dapat kita lihat kualitasnya nanti. Di sana juga bisa kita nilai apa orang muda mampu atau tidak melawan pemikiran yang tinggi dari pihak seniornya.

Di Indonesia ini banyak sekali orang muda yang memiliki kompetensi. Karena sebenarnya pemilihan ini ada pada cara berkompetensinya. Mereka harus diberikan peluang dan ruang oleh semua pihak yang menginginkan adanya perubahan pada bangsa kita yang tercinta ini. Tapi biarlah nanti masyarakat yang menilai. Aksi golongan muda ini membuktikan kepada rakyat bahwa mereka juga siap. Masyarakat akan mampu memberikan kepercayaan dan memberikan dukungan tergantung dari kemampuan golongan muda itu sendiri dalam meyakinkan rakyat. Pemimpin muda itu juga harus mempunyai basis spiritualitas, tidak mencari popularitas. Karena hidup matinya, hanya untuk Allah SWT. Jadi dia berani melakukan apa saja selama dia meyakini ini untuk kebaikan. Ini untuk kemanusiaan. Kita bisa lihat Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Dia merupakan pemimpin yang punya spiritualitas tinggi. Dia menjadi pemimpin karena panggilan kekhalifaannya. Dan itu bisa diikuti dari track recordnya.

Jadi, dalam kenyataan ini jalan menuju kursi presiden tidaklah mudah. Jalannya panjang dan berat. Tapi harus dimulai dengan adanya keinginan untuk membuktikan kepada bangsa bahwa pemuda juga punya kemauan, kalau tidak memulai, tidak membuktikan kalau punya kemauan, mana mungkin rakyat bisa mendukung sepenuhnya dengan pemimpin yang muda. Membangun spirit kalangan pemuda itu harus diwujudkan, karena dengan adanya spirit, perjuangan orang muda akan memiliki kemauan dan kemampuan yang baik dan itu merupakan cita-cita yang paling tinggi.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, SABTU 21 MARET 2009

MEDIA KALIMANTAN, SENIN 23 MARET 2009

Generasi muda islam yang disiplin itulah dia, kenapa generasi islam itu dikatakan harus disiplin, karena mereka mempunyai banyak warna dalam pergaulannya, bukan hanya dalam soal agama yang ia miliki, ia juga memiliki prestasi akademik yang lumayan memuaskan, memiliki kekuatan sport atau olahraga yang bagus, nilai-nilai etikanya juga tidak kalah dengan anak gaul. Secara keseluruhan bisa di katakan gaul syar'i puas prestasi. Apalagi dalam hal kehidupan sehari-harinya selalu disiplin dengan kinerja waktunya.

Disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan yang berlaku. Dengan kata lain, disiplin adalah sikap menaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih.

Dalam ajaran, Islam banyak ayat Al Qur’an dan Hadist, yang memerintahkan disiplin dalam arti ketaatan pada peraturan yang telah ditetapkan, antara lain surat An Nisa ayat 59, yang artinya :" Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada rasul-Nya dan kepada Ulil Amri dari (kalangan) kamu(An Nisa 59)

Kematangan seseorang itu harus disertai dengan kedisiplinan. Apalagi seorang muslim wajib baginya untuk berdisiplin ria. Dalam hal itu, generasi muda adalah cerminan suatu bangsa, karena mereka akan segera menjadi tua atau orang tua serta mereka bisa jadi suri tauladan anak dibawahnya, yang jelas kalau ada orang yang memikirkan, merencanakan dan berkiprah untuk membangun generasi muda islam cerdas berakhlaq dan berkualitas.

Islam harus lah disiplin, wajib dan diperlukan untuk membangun generasi yang ideal. Yang memiliki prestasi unggul, kualitas yang mapan dan intensitas pemikiran islami Sekarang ini sebahagian generasi muda kita cukup memprihatinkan dan mengecewakan di berbagai sisi. Baik pada nilai nilai akhlaq, wawasan keilmuan, kedisiplinan, skill life dan style life. Mereka banyak terlena dengan hasil kemajuan orang lain, senang menjadi market product, ilmu agama sudah tidak jadi bingkai hidupnya. Faktor yang sangat besar mempengaruhi adalah budaya barat yang kerap kali menghantui watak islami seseorang. Kita bisa buang hal itu dengan selalu melakukan perbuatan perbuatan baik yang tentunya dengan cara disiplin. Kenapa kita sangat sulit untuk disiplin?

Disiplin itu harus dilakukan secara konsisten, berarti terus-menerus tanpa mengenal lelah waktu yang kita jelajah. Harusnya pemuda islam mempunyai kepribadian yang mantap agar rasa kedisiplinannya tetap teratur dengan indah. Orang yang dapat berdisiplin secara islami, itu bagaikan air yang mengalir dengan tenang, artinya dia selalu tenang dalam menghadapi masalah. Masalah itu pasti dapat di selesaikannya dengan tangan dingin dan pikiran yang jernih. Dengan demikian generasi islam yang disiplin haruslah menjadi motor perjuangan islam di tengah masyarakat, proaktif dalam melakukan perubahan di masyarakat, memiliki gaya hidup yang khas didasarkan pada aqidah islam, dan memiliki rasa bertanggung jawab untuk memimpin. Mungkin akan ada lahir generasi generasi penuh pelangi yang akan memadati negara kita yang tercinta ini.

Kedisiplinan merupakan syarat mutlak untuk mencapai impian kita atau melaksanakan misi hidup kita. Kita harus disiplin dalam beribadah, kita harus disiplin dalam mengembangkan diri kita dalam segala aspek, kita harus disiplin dalam mengelola waktu dan uang kita, kita harus disiplin dalam melatih keterampilan kita dalam setiap bidang yang kita pilih. Disiplin adalah kunci sukses, sebab dalam disiplin akan tumbuh sifat yang teguh dalam memegang prinsip, tekun dalam usaha, pantang mundur dalam kebenaran, dan rela berkorban untuk kepentingan agama dan jauh dari sifat putus asa.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, SELASA 10 MARET 2009

Belajar Fisika bagi sebagian besar siswa masih menjadi momok yang menakutkan bahkan sangat menakutkan, apalagi dalam try out ujian nasional tahun ini. Banyak siswa yang mengeluh kesulitan dalam mengerjakan soal yang telah di ujikan. Ini mungkin, dikarenakan rumus yang seharusnya menjadi alat mempercepat perhitungan soal, justru akhirnya mempersulit siswa sendiri. Penyelesaian soal fisika menjadi sulit karena anak terbelenggu dengan banyaknya rumus. Ini tidak bisa dipungkiri lagi karena sistem pengajaran fisika di sekolah masih banyak yang berorientasi pada penyelesaian soal dengan rumus. Begitu banyak rumus yang harus dihafal, tetapi anak tidak banyak yang memahami konsep yang diturunkan dalam rumus itu. Penyelesaian soal itu harusnya cukup dengan logika berpikir. Dengan adanya logika itu, maka sungguh sangat mudah untuk menjawab soal-soal yang diberikan.

Sudah menjadi rahasia umum kalau fisika dianggap sebagai pelajaran yang sangat sulit dan kurang disukai oleh para siswa sekalipun mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari cenderung rendahnya nilai rata-rata fisika pada semua jenjang pendidikan dari SMP sampai perguruan tinggi. Dilihat dari karakteristik fisikanya itu sendiri, ada beberapa faktor yang menyebabkan fisika itu sulit. Pertama, fisika menggunakan konsep / pengertian empiris yang diberi arti khusus-ketat, sehingga tidak lagi sepenuhnya identik dengan arti konsep/pengertian itu dalam hidup sehari-hari. Kedua, fisika menggunakan aturan-aturan (hukum-hukum) fisika yang ternyata dapat dirumuskan secara matematika, sehingga dapat diolah secara matematika untuk memperoleh kesimpulan matematis yang baru. Dengan demikian kemampuan matematis menjadi prasyarat untuk memahami fisika. Ketiga, fisika menggunakan daya analisis fisis terhadap hasil matematika itu, serta kreativitas-terlatih untuk dapat menggali interpretasi yang masuk akal, untuk memperoleh wawasan yang terkadang tidak terduga sebelumnya.

Tapi argumen di atas dapat dipatahkan dengan anggapan bahwa fisika itu asyik dan menyenangkan. Metode pembelajaran Fisika yang mudah, menarik, dan menantang bagi anak didik dikembangkan oleh ahli Fisika Profesor Dr Yohanes Surya, yakni lupakan rumus dan perdalam pemahaman konsep. "Rumus dalam Fisika pada dasarnya adalah penurunan dari sebuah konsep. Penyelesaian soal Fisika tanpa rumus bisa dilakukan dan justru lebih mudah jika anak didik lebih memahami konsep," katanya pada seminar nasional bertemakan Gerakan Cinta Fisika dan Metode Pembelajaran, tahun lalu di Wisma Yulia Martapura dalam memperingati hari ulang tahun Program Studi Fisika FMIPA Unlam yang ke–IV.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, KAMIS 05 MARET 2009

Keamanan menjadi suatu pesoalan yang sangat serius di negara Timur Tengah Afghanistan. Rakyat sudah tak sanggup lagi hidup dalam situasi seperti itu. Penarikan tentara Amerika Serikat dari Negara 1001 malam, Irak ke Afghanistan yang di perintahkan oleh Presiden baru Amerika Serikat Barrack Obama, membuat rakyat disana semakin tidak bebas untuk memperoleh hak asasi manusianya, terlebih-lebih pasukan tersebut di tarik tidak tanggung-tanggung. Sebagai milisi santri, Taliban sangat diharapkan sekali oleh rakyat disana untuk mengusir para penjajah bermuka biadab tersebut. Rakyat sangat berharap besar kepada Taliban untuk memulihkan keadaan, dan mententramkan negara Islam tersebut, bahkan sebagian dari mereka memutuskan untuk bergabung untuk mengoptimalkan kekuatan. Mereka akan menjadi semakin kuat dan telah siap untuk mengembalikan kedaulatan rakyat Afghanistan seutuhnya secara islami. Taliban adalah kelompok yang memperjuangkan hak-hak mereka. Kandahar adalah tempat dimana gerakan Taliban dilahirkan. Pertengahan tahun 1990 Taliban muncul dengan tujuan untuk menciptakan keamanan yang telah hilang di kota itu. Mereka juga ingin membasmi pelaku kriminal dan menghentikan perang antar kelompok.

Sekarang ini Kandahar masih dikuasai pasukan AS dan NATO. Tetapi serangan jihad dari pasukan milisi santri ini masih berkobar dan dilakukan secara teratur. Tentara AS sering gugup dan panik menghadapi serangan Taliban. Akibatnya mereka membabi buta menembaki penduduk sipil yang tak berdosa, seperti kebanyakan anak-anak dan perempuan. Tentu saja penduduk disana merasa ketakutan oleh tentara asing tersebut. Dari suatu media massa barat, mereka memberi citra negatif kepada Taliban. Dikatakan, Taliban suka merendahkan wanita dan menanam ganja. Salah seorang Mufti Mesir setelah dia berkunjung kesana dan melihat perkataan dari media massa barat tesebut, Dia mendapati Afghanistan sangat berbeda sekali dengan apa yang di siarkan oleh media massa tentang Taliban. Malah sebaliknya, mereka (Taliban) membentuk kelompok-kelompok untuk memusnahkan ladang opium. Adapun untuk kaum wanita, mereka ada di jalan raya tanpa rasa takut.

Taliban hingga kini masih bisa bertahan dengan mantap. Ini dikarenakan adanya faktor ideologi, secara ideologi inilah Taliban diterima di Afghanistan, seperti di bagian Afghanistan Selatan, Afghanistan Tengah dan di daerah-daerah yang berbatasan dengan Negara Pakistan. Ynag ke dua, orang-orang Asia Tengah sangat anti imperialisme, dan untuk yang ketiga, pemerintahan Hamid Karzai yang didukung kaum barat yang tidak mampu memberi kesejahteraan kepada rakyatnya. Karena tiga faktor inilah Taliban sampai saat ini masih bisa bertahan dengan sempurna bahkan sudah menyebar ke kota-kota. Mereka juga membaur dengan masyarakat sekitar. Akankah nantinya Amerika Serikat di bawah pimpinan Barack Obama menjajah dan menyerang salah satu kekuatan Afghanistan ini dengan taktik taktik yang busuknya, seperti halnya Israel (Yahudi) yang mengambil tanah bangsa Palestina dengan peran zionisnya. Na’udzubillah.

CuRh@t By : Muh@mm@d eRy Zulfi@n

RADAR BANJARMASIN, KAMIS 05 FEBRUARI 2009